Rabu, 21 Januari 2015

Aspartam, Pemanis Aspartam,Bahaya Aspartam Terhadap Tubuh !

Efek Aspartam, Pemanis Aspartam,
Bahaya Aspartam Terhadap Tubuh !
Efek Aspartam, Pemanis Aspartam, Bahaya
Aspartam. Penderita diabetes melitus memang
paling mudah terpancing dengan makanan yang
manis. Maklum, memang makanan manis tidak
diperbolehkan dikonsumsi oleh penderita diabetes
melitus. Tidak jarang seorang penderita diabetes
melitus mencoba menggunakan pemanis buatan
untuk sekedar memuaskan kehausannya akan rasa
manis dengan cara menggunakan pemanis buatan.
Sebaiknya Anda mengetahui secara lebih mendalam
tentang apa itu aspartam? Dan mengapa aspartam
berbahaya baik untuk penderita diabetes melitus
maupun bukan penderita diabetes melitus?
Efek Aspartam, Pemanis Aspartam, Bahaya
Aspartam. Aspartam adalah pemanis buatan yang
tersusun dari 2 macam asam amino yaitu asam
aspartat dan fenilalanin. Ia ditemukan pada tahun
1965 oleh James Schslatte sebagai hasil percobaan
yang gagal. Asam aspartat dan fenilalanin sendiri
merupakan asam amino yang menyusun protein,
khusus asam aspartat, ia juga merupakan senyawa
penghantar pada sistem saraf (neurotransmiter).
Efek Aspartam, Pemanis Aspartam, Bahaya
Aspartam. Aspartam, dikenal juga dengan kode
E951, memiliki kadar kemanisan 200 kali daripada
gula (sukrosa), dan banyak dijumpai pada produk-
produk minuman dan makanan/permen rendah
kalori atau sugar-free. Nama dagang aspartam
sebagai pemanis buatan antara lain adalah Equal,
Nutrasweet dan Canderel.
Aspartame diproduksi oleh perusahaan kimia
bernama Monsanto. masuk pasar Amerika sejak
tahun 1981 dan di Inggris pada tahun 1982.
Aspartame telah dipasarkan ke seluruh dunia
sebagai pengganti gula dan dapat dijumpai pada
banyak jenis minuman ringan untuk diet.
Efek Aspartam, Pemanis Aspartam, Bahaya
Aspartam. Senyawa kimia sejenis alkohol yang
terdapat dalam Aspartame, di dalam lambung
berubah menjadi formaldehid (formalin) yang
kemudian mengalami perubahan menjadi senyawa
asam yang bernama asam format, sehingga pada
akhirnya menimbulkan peningkatan derajat
keasaman dalam darah, atau asidosis metabolik.
Senyawa asam yang terbentuk tersebut serupa
dengan racun pada sengat semut api. Ditengarai
pula bahwa formaldehid yang terbentuk dapat
terakumulasi dalam sel, kemudian bereaksi dengan
berbagai enzim dan DNA di mitokondria maupun inti
sel, sehingga berpotensi mencetuskan keganasan
atau kanker pada pengguna jangka panjang.
Efek Aspartam, Pemanis Aspartam, Bahaya
Aspartam. Penelitian dengan tikus percobaan yang
dilaporkan dalam majalah SCIENCE bulan Juli 2007,
memperlihatkan bahwa dengan menggunakan kadar
Aspartame yang lebih rendah dari dosis yang
dikonsumsi oleh manusia, sudah dapat menyebabkan
timbulnya kanker kelenjar getah bening (limfoma
maligna) dan kanker darah (leukemia), dan bila
menggunakan dosis lebih tinggi akan menimbulkan
keganasan pada seluruh organ tubuh.
Sengaja atau tidak, zat berbahaya tersebut masuk
ke tubuh lewat makanan maupun minuman yang
dikonsumsi setiap hari. Berbagai problem kesehatan
seperti tumor otak, keganasan kelenjar getah
bening, leukemia, lupus, gangguan nyeri otot, dan
kepikunan sebagai akibat perubahan kimiawi di
jaringan otak dan berpotensi mematikan pada
penderita Parkinson, belakangan ini banyak
dikaitkan dengan merebaknya penggunaan
Aspartame.
Efek Aspartam, Pemanis Aspartam, Bahaya
Aspartam. Hal tersebut hanya beberapa contoh dari
sekian banyak masalah yang dapat terjadi akibat
mengonsumsi Aspartame. Penderita diabetes
melitus sering kali terpancing untuk menggunakan
produk ini, tanpa menyadari bahwa mengonsumsinya
dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan
kematian akibat koma ketoasidosis.
Bila ada produk yang mengklaim bahwa produk itu
bebas gula, berhati-hatilah, karena hampir pasti
mengandung Aspartame.
Analisa 164 penelitian yang telah dipublikasikan,
dilakukan oleh Professor Ralph G Walton, dari
Northeastern Ohio Universities College of Medicine,
di mana dari 74 penelitian yang disponsori oleh
industri yang menggunakan Aspartame dilaporkan
bahwa tidak ditemukan adanya masalah,sedangkan
dari 90 penelitian independen yang tidak dibiaya
oleh industri, 83 penelitian (92 persen) didapatkan
satu atau lebih masalah gangguan kesehatan akibat
pemberian Aspartame.
Efek Aspartam, Pemanis Aspartam, Bahaya
Aspartam. Belakangan diketahui, bahwa dari tujuh
penelitian yang tidak ditemukan masalah, enam
penelitian dilakukan di bawah pengawasan FDA
(Food and Drug Administration), dan mantan
anggota komisi di badan tersebut,pada akhirnya
bekerja pada industri Aspartame setelah
mengeluarkan sertifikat tidak berbahaya. Keenam
penelitian tersebut kemudian dikategorikan sebagai
disponsori oleh industri.
Hal serupa terjadi dengan industri rokok. Seluruh
penelitian yang disponsori oleh industri rokok
sebelumnya menyebutkan bahwa rokok tidak
menimbulkan masalah kesehatan. Ini menunjukkan
bahwa kepentingan bisnis begitu kuat sehingga
mengalahkan keselamatan masyarakat luas.
Efek Aspartam, Pemanis Aspartam, Bahaya
Aspartam. Tekanan besar yang diberikan oleh para
peneliti independen dan organisasi kesehatan
melalui pemerintah, barulah pada akhirnya
memaksa industri rokok mencantumkan bahaya yang
dapat ditimbulkan oleh rokok.
Gejala Keracunan Aspartame
Berbagai gejala dapat timbul sebagai akibat
keracunan Aspartame, pada umumnya dibagi
menjadi tiga tipe. Pertama, reaksi keracunan akut
yang timbul dalam kurun waktu 48 jam setelah
mengonsumsi produk yang mengandung Aspartame.
Kedua, efek keracunan kronis dapat timbul dalam
hitungan hari hingga tahun setelah mengonsumsi
Aspartame jangka panjang. Ketiga, efek toksik
yang tidak atau sulit dikenali oleh pengguna
Aspartame.
Pada survei epidemiologis, dari 551 orang yang
dilaporkan mengalami keracunan Aspartame, gejala
yang timbul pada keracunan akut ialah mual,
muntah, nyeri perut, mata kabur, pandangan
menyempit, nyeri kedua bola mata, hingga
kebutaan, jantung berdebar, dan sesak napas.
Pada keracunan kronis, gejala yang sering timbul
adalah perubahan pola menstruasi, rambut rontok,
rasa haus yang berlebihan, nyeri pada persendian,
mudah mengalami infeksi.
Sakit kepala, telinga berdenging, pusing, penurunan
daya ingat, depresi, mudah tersinggung, kecemasan
berlebihan adalah efek toksik yang sering kali tidak
disadari, baik oleh dokter maupun yang
bersangkutan, sehingga menjalani berbagai macam
pemeriksaan maupun penggunaan obat yang tidak
perlu.
Bila ada gejala seperti tersebut, yakinkan terlebih
dahulu bahwa tidak ada riwayat mengonsumsi
makanan atau minuman yang mengandung
Aspartame.
Berikut ini langkah pencegahan sederhana yang
dapat dilakukan. Pertama, lindungi diri sendiri.
Hentikan mengonsumsi segala jenis makanan
maupun minuman yang mengandung Aspartame.
Selalu baca setiap label makanan dan minuman yang
akan Anda beli atau konsumsi untuk memastikan
ada tidaknya kandungan zat tersebut.
Kedua, ganti Aspartame dengan pemanis yang
sehat. Carilah pemanis yang berasal dari bahan
alamiah, bukan pemanis buatan. Jangan terkecoh
dengan reklame produk pemanis buatan yang
beredar luas di pasaran.
Ketiga, berbagi informasi dengan teman, kerabat
dan siapapun yang Anda kasihi, agar tidak
mengonsumsi Aspartame dengan dosis sekecil
apapun.
Keempat, akses informasi tentang Aspartame yang
selalu melakukan pembaruan data melalui internet
sangat penting untuk diketahui oleh publik. Salah
satu portal yang dapat diakses adalah Aspartame
and Nutrasweet Toxicity Info Center.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar